Asal usul Bingo
ditemukan pada tahun 1530 tepatnya di negara Italia, saat itu para warga negara
Pizza ini sedang gencar-gencarnya memainkan permainan lotre yang bernama Lo
Giuco de Lotto, inilah cikal bakal lahirnya Bingo ke dunia. Permainan Lo Giuco
de Lotto masih dimainkan oleh para warga Italia setiap hari Sabtu. “Le Lotto”
kemudian bermigrasi ke Perancis pada akhir tahun 1700-an dalam versi yang mirip
sekali dengan permainan Bingo yang kita kenal sekarang. Kemiripan tersebut
dilihat dari kartu permainan, koin, bukti dan nomor yang digunakan dalam Bingo.
Sepanjang tahun 1800-an, jenis permainan lotre ini menyebar
dengan cepat ke seluruh pelosok benua Eropa dan banyak dari versi permainan
lotre tersebut diciptakan. Salah satu bentuk yang populer dari permainan
tersebut adalah memiliki kartu pemain yang dibagi menjadi 3 baris horizontal
dan 9 baris vertikal. Baris vertikal pertama berisikan angka dari 1 sampai 10,
yang kedua 11 sampai 20 dan seterusnya sampai angka 81-90 pada baris vertikal
yang kesembilan.
3 baris horizontal masing-masing berisi 5 kotak dengan angka
didalamnya dan terdapat 4 kotak yang kosong. Pemain kemudian akan mengundi dari
sekantong chip bernomor 1 hingga 90. Tujuan utama dari permainan ini adalah
untuk menjadi pemain pertama yang berhasil menutup salah satu dari 3 baris
horizontal tersebut. Kotak kosong dianggap sebagai kotak gratis dalam permainan
Bingo.
Pada tahun 1929, sebuah permainan yang disebut ‘Beano’
dimainkan disebuah karnaval didekat wilayah Atlanta, Georgia. Saat itu alat
permainan Bingo yang digunakan sangatlah sederhana, bayangkan saja hanya
terdiri dari kacang kering, stempel nomor yang terbuat dari karet dan beberapa
kardus.
Kemudian seorang salesman mainan New York bernama Edwin Lowe tengah
sibuk menikmati permainan ‘Beano’ disaat beberapa pemain sedang asyik mengisi
garis nomor pada kartu permainan mereka. Lowe memperkenalkan permainan ini ke
teman-temannya yang berada di New York dan dalam sekejap permainan ini menjadi
hits besar. Salah satu dari teman Lowe secara tak sengaja berteriak ‘Bingo”
saat berhasil mendapatkan jackpot dan kemudian hal itu diadaptasi menjadi
permainan ‘Lowe Bingo’ yang sangat populer di tanah Amerika.
Lowe kemudian
mempopulerkan permainan ini hingga ke seluruh pelosok tanah Amerika Serikat.
Pada tahun 1940-an, permainan Bingo telah menjadi permainan
judi terkenal di dunia, jumlah permainan yang dimainkan setiap minggunya
mencapai ribuan dan sampai pada hari ini, permainan Bingo dapat ditemukan di
kasino manapun.
Edwin Lowe adalah pencetus permainan ‘Lowe Bingo’ sedang
mencari jasa seorang profesor matematika di Universitas Columbia yang bernama
Carl Leffler untuk memperluas jumlah kombinasi nomor Bingo agar lebih
menantang.
Pada tahun 1930, Profesor Leffler berhasil merancang sebanyak 6.000
kombinasi nomor kartu Bingo dengan kelompok nomor non-pengulangan. Terdapat
mitos mengatakan bahwa sesaat ia menyelesaikan tugas itu dengan sempurna, ia
menjadi orang gila. Namun kebenaran dari mitos ini masih diperdebatkan hingga
saat ini.
Pada tahun 1800-an sebuah permainan Lotto yang mirip dengan
Bingo digunakan sebagai metode pendidikan masyarakat Jerman yang dirancang guna
mengajarkan anak-anak tentang tabel perkalian.
Ada kemungkinan nomor kombinasi sebanyak 1.474.200 pada
kartu Bingo.
Menurut sebuah naskah kuno Cina, seorang pria yang bernama
Cheung Leung memperkenalkan permainan yang sekarang kita sebut sebagai Keno,
lebih dari 2.000 tahun yang lalu di Cina.
Kota yang didiami Cheung sedang
dilanda perperangan hebat selama bertahun-tahun dan persediaan dana seperti
uang dan pangan untuk pasukannya telah habis.
Para warga di kota menolak keras
untuk memberikan uang (pajak) guna modal perperangan, sehingga Cheung Leung
terpaksa menciptakan permainan kesempatan untuk menghasilkan pendapatan untuk
menyediakan dana pasukannya. Permainan Keno tersebut mendapat respon positif
dari dari para warga dan kotanya dapat terselamatkan dari bencana peperangan
besar selama ini.
Permainan ini kemudian menyebar ke seluruh pelosok Cina dan
kerap digunakan sebagai modal untuk membiayai pembangunan terutama Tembok Besar
Cina. Permainan ini dikenal warga Cina sebagai White Pigeon Game (Permainan
Merpati Putih) karena pada saat itu, burung merpati sering digunakan sebagai
perantara untuk mengirimkan hasil dari permainan Keno ke kota-kota besar dan
desa-desa kecil di Cina.
Ketika diawal kelahiran Keno pada tahun 200 SM di Cina,
karakter angka yang digunakan didalam tubuh tiket Keno terdiri dari angka 1
sampai 80, sama seperti yang kita kenal sekarang. Konon katanya karakter angka
ini diambil dari salah satu 80 puisi kuno yang terkenal di Cina yaitu “The
Thousand Character Classic” (Seribu Karakter Klasik).

No comments:
Post a Comment